Pelanggaran etika Bisnis

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Pada dasarnya etika adalah standar atau moral yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk. Sedangkan etika bisnis adalah cara melakukan kegiatan bisnis yang mencangkup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga masyarakat. Etika bisnis di dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan prilaku karyawans serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan, mitra kerja atau masyarakat. Budaya perusahaan memberi kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan perilaku etis, karena budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai dan norma yang membimbing tindakan karyawan. Budaya dapat mendorong terciptanya perilaku, dan sebaliknya dapat pula mendorong terciptanya perilaku yang tidak etis.Untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri.

Kita tentu sering mendengar berita ataupun membaca artikel mengenai adanya tindakan kecurangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau instansi Pemerintah yang dilakukan oleh karyawan atau pegawainya.

Contoh Kasus :

Sindonews.com – Menggunakan argo yang direkayasa atau argo kuda, seorang sopir taksi ditangkap jajaran Polisi Resort KOta Besar (Polrestabes) Surabaya.

Polisi terus mengembangkan kasus ini karena diduga sejumlah sopir taksi lain juga melakukan kecurangan yang sama.

Tertangkapnya sopir taksi yang bernama Hery warga Desa Kalibago Kecamatan Kalipang Kabupaten  Kediri berkat pengaduan salah satu penumpangnya yang merasa ongkos taksi yang harus dibayar tidak seperti biasanya.

Hery sendiri merupakan pengemudi armada Taksi Chrisna nomor lambung A04 dengan nomer polisi L 785 UV.  Saat itu, penumpang ini naik dari kawasan Tunjungan dengan tujuan Keputih. Namun ternyata argo taksi sudah menunjukkan angka Rp100 Ribu.

“Atas dasar itulah kami kemudian melakukan pemeriksaan kepada armada taksi yang dimaksud,” kata Kasubbag Humasy Polrestabes Surabaya Kompol Suparti, Rabu 26 September 2012.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Taksi ini kedapatan merekayasa argo meter dengan menggunakan plat alumunium dan dilengkapi dengan rangkaian elektronik.

 

Sehingga memudahkan sopir taksi ini mengendalikan posisi argometer tersebut. Dalam kasus tersebut, Hery dijerat dengan Pasal 32 ayat 1 Junto 25 huruf b dan c Undang-undang nomer 2 tahun 1981 tentang Metrologi illegal.

Suparti menambahkan, pihaknya akan mengembangkan temuan tersebut. Tidak menutup kemungkinan aksi nakal ini ditiru oleh armada taksi lain untuk merekayasa argometer.

“Polisi juga akan memeriksa apakah perusahaan terlibat atau tidak dalam rekayasan ini,” tandasnya.

Kepada petugas Hery mengakui semua perbuatannya yang telah memainkan argo hingga merugikan penumpang. Ia juga mengaku bawa alat tersebut sudah ada sebelum dirinya mengemudikan armada taksi berwarna putih ini.

“Hery mengaku baru sekitar 6 bulan menjadi sopir taksi tersebut dengan setoran Rp 150 ribu tiap harinya,” ujar Suparti.

 

Analisis Dari Susut Pandang Etika Bisnis :

Dari kasus diatas dapat diketahui bahwa tidak seharusnya supir taksi mempercepat argo hanya untuk mendapatkan keuntungan semata. karena kecurangan yang dilakukan oleh supri taksi tersebut sangat merugikan penumpang dan membuat nama perusahaan taksi tersebut menjadi jelek di mata penumpang.

Dampak negatif yang di dapatkan perusahaan karena ulah sang supir taksi tersbut adalah hilangnya kepercayan penumpang terhadap taksi tesebut, yang memungkinkan perusahaan kehilangan pelanggan dan perusahaan tentu akan rugi.

 

Refrensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

http://daerah.sindonews.com/read/2012/09/27/23/675140/pakai-argo-kuda-sopir-taksi-ditangkap

http://stayinmymine.blogspot.com/2011/12/kecurangan-dalam-perusahaan_21.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s