Perilaku Konsumen Membeli Motor Honda Secara Kredit

Abstrak

Tidak dapat dipungkiri saat ini sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang paling dimintai oleh masyarakat. Disamping mudah mendapatkannya yaitu melalui kredit. Dengan pembelian sepeda motor secara kredit dapat menjangkau semua kalangan mulai dari kalangan bawah, menengah ataupun atas sehingga mereka dapat memiliki sepeda motor. Kemudahan kredit yaitu hanya dengan memberikan uang muka atau DP yang terjangkau kita sudah bisa membawa pulang sepeda motor yang diinginkan.

Kata Kunci : Kredit, Pembelian Motor Secara Kredit

 

1. Pendahuluan

1.1  Latar Belakang Masalah

Dewasa ini pertumbuhan sepeda motor dalam beberapa dekade lalu menguasai pasar motor Indonesia, dominasi Honda di beberapa tahun lalu sempat goyang. Namun kini, berangsur pangsa pasar Honda kembali menguasai lebih dari setengah total pasar motor di Indonesia. Melirik data resmi yang dikeluarkan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), pada bulan Oktober mendistribusikan 344.931 motor di Indonesia. Dengan begitu, total selama 10 bulan pertama 2012 ini sudah 3.426.698 motor Honda yang terdistribusi ke pasar motor nasional dengan raihan pangsa pasar mencapai 56,87 persen.

 

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitaian ini adalah (1) Mengetahui sejauh mana minat konsumen dalam membeli sebuah Sepeda Motor secara kredit (2) Mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen (3) Mengetahui Metode apa saja yang digunakan dalam perilaku konsumen.

 

 

 

 

  1. 2.     Tinjauan Pustaka

2.1         Pengertian Perilaku Konsumen

 

Pengertian perilaku konsumen menurut Engel et al. (1994 : 3) adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses yang mendahului dan menyusul dari tindakan.

Mowen (1990 : 5) mengatakan bahwa perilaku konsumen adalah studi unit-unit dan proses pembuatan keputusan yang terlibat dalam menerima, menggunakan dan penentuan barang, jasa, dan ide. Difinisi tersebut menggunakan istilah unit-unit pembuat keputusan, karena keputusan bisa dibuat oleh individu atau kelompok. Difinisi tersebut juga mengatakan bahwa konsumsi adalah proses yang diawali dengan penerimaan, konsumsi, dan diakhiri dengan penentuan (disposition). Tahap penerimaan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen terhadap produk, tahap konsumsi menganalisa bagaimana konsumen senyatanya menggunakan produk yang diperoleh. Tahap penentuan menunjukkan apa yang dilakukan konsumen setelah selesai menggunakan produk tersebut.

The American Marketing Association mengatakan perilaku konsumen membagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.

Perilaku konsumen terdiri dari beberapa tahap

1. Tahap Perolehan (acquition ) : mencari dan membeli

2. Tahap Konsumsi (consumption) : menggunakan dan mengevaluasi

3. Tahap Pasca Beli (dispotition ) : tindakan setelah produk digunakan

Berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen adalah Menurut Philip Kotler adalah Faktor Budaya, Faktor Sosial, Faktor Pribadi dan Faktor Psikologi sedangkan Menurut James F. Engel – Roger D. Blackwell – Paul W. Miniart dalam Saladin ada tiga yaitu Faktor Lingkungan, Faktor Perbedaan dan Pengaruh Individu, Faktor Psikologis.

 

2.2         Pengertian Kredit

Kredit berasal dari bahasa Yunani, yaitu “credere” atau “credo” yang berarti kepercayaan (trust atau faith). Oleh karena itu dasar dari kegiatan pemberian kredit dari yang memberikan kredit kepada yang menerima kredit adalah kepercayaan.

Sedangkan pengertian kredit menurut Eric L. Kohler (1964;154) : “Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan dan ditangguhkan pada suatu jangka waktu yang disepakati”.

Pengertian kredit menurut Teguh Pudjo Muljono (1989;45) : “Kredit adalah suatu penyertaan uang atau tagihan atau dapat juga barang yang menimbulkan tagihan tersebut pada pihak lain. Atau juga member pinjaman pada orang lain dengan harapan akan memperoleh suatu tambahan nilai dari pokok pinjaman tersebut yaitu berupa bunga sebagai pendapatan bagi pihak yang bersangkutan”.

 

2.3         Persyaratan

Kredit Perorangan

Syarat pengajuan kredit perorangan adalah:

  • Fotocopy KTP pemohon & suami / istri / penjamin
  • Fotocopy kartu keluarga (bisa digantikan dengan surat nikah atau akte kelahiran)
  • Data lain (hanya jika diperlukan)

Kredit Perusahaan

  • Fotocopy akte pendirian & perubahannya
  • Fotocopy pengesahan kehakiman
  • Fotocopy SIUP, NPWP, SITU / Domisili, TDP
  • Fotocopy Rek. Koran 3 bulan terakhir
  • Fotocopy KTP direksi & komisaris

 

  1. 3.     Metodologi Penelitian

Data atau sumber penelitian diambil dari data yang telah ada ( data sekunder ).

 

  1. 4.     Pembahasan

Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat factor

biaya maupun pengaruh dari penjual. Pengaruh dari penjual sendiri biasanya terjadi ketika konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian. Tetapi penjual dengan segala bujuk rayunya mengusahakan konsumen melakukan secara kredit. Faktor biaya, faktor ini adalah faktor yang menjadi hal utama konsumen melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada juga konsumen yang memang tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih kredit karena ada kebutuhan lain yang harus di penuhi. Terkait dengan biaya maka kebanyakan konsumen melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai pendapatan kelas menengah.

Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen. Adapun yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen antara lain, kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok anutan ( small reference groups) dan keluarga. Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.Menganalisis perilaku konsumen akan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan. Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

 

5. Kesimpulan

Perilaku konsumen yang dilakukan individu maupun kelompok yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan struktur itu sendiri. Adapun juga tingkat keterlibatan diferensiasi merek juga dapat mempengaruhi seorang konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Variabel pemikiran konsumen adalah faktor kognitip yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan, antara lain persepsi karateristik merk, sikaplanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen.Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen.

 

 

 

 

  1. 6.     Daftar Pustaka

http://www.hondacengkareng.com/syarat-pengajuan-kredit-motor-honda/

http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.definisi/pengertian-kredit.html

http://mayaastuti2009.blogspot.com/2009/12/pengertian-perilaku-konsumen.html

http://puriindahlestari-puri.blogspot.com/

http://oto.detik.com/read/2012/12/04/155419/2109178/1208/honda-kami-tidak-monopoli-penjualan-motor

http://www.rosenains.blogspot.com/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s